Cara Menjaga Persahabatan di Usia 20an

Relationship
Image source: Pinterest

Image source: Pinterest

Bagi sebagian besar orang, usia 20 adalah titik balik kehidupan. Setelah memasuki dekade kedua dalam hidup ini, kita biasanya mulai memikirkan hal-hal yang sifatnya jangka panjang seperti prospek karir dan masa depan. Fase ini juga merupakan fase paling dinamis, karena pada dekade ini, kita mulai diperhadapkan pada pilihan-pilihan krusial seperti akan bekerja atau melanjutkan studi, akan menekuni bidang apa, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini membuat banyak sekali waktu kita yang tersita, sehingga persahabatan tidak lagi seperti pada masa SMA dimana intensitas berjumpa bisa lebih dari empat puluh jam seminggu.

 

Lantas mengapa bahkan hingga kita dewasa, penting bagi kita untuk tetap menjaga persahabatan kita dengan beberapa orang terdekat? Karena justru pada fase ini, kita dapat melakukan filtering dengan lebih obyektif, terkait siapa-siapa saja teman kita yang benar-benar cocok untuk kita. Dengan kesibukan masing-masing dan semakin minimnya kesempatan untuk sekedar jumpa saling curhat, kita dapat melihat siapa-siapa saja diantara teman kita yang benar-benar tulus mengusahakan dirinya untuk tetap ada bagi kita. Pada bagian lain, sebagai pribadi yang masih newbie di dunia adulthood, pasti banyak sekali perubahan drastis yang kita hadapi, dan untuk itu kita membutuhkan sahabat yang benar-benar tulus mendukung. Itulah sebabnya, persahabatan di fase usia 20an, masih sangat penting untuk dipertahankan. Lalu bagaimana caranya?

 

#1 Sediakan Waktu Untuk Membangun dan Memperkuat Persahabatan

Tidak mudah untuk mempertahankan hubungan persahabatan setelah lulus SMA, lebih-lebih apabila tujuan melanjutkan studi atau kerja masing-masing berbeda kota bahkan negara. Banyak sekali orang yang bahkan tidak lagi mempercayai konsep sahabat setelah memasuki fase usia 20-an.

 

Nyatanya itu bukan mustahil! If there is a will, there is a way. Untuk mempertahankan bahkan memperkuat persahabatan, kita perlu menyediakan waktu. Sebagai contoh, memprioritaskan balas pesan saat teman sedang curhat, atau berkomitmen untuk saling ketemu setiap beberapa bulan. Walaupun dipisahkan jarak, seperti kota atau negara yang berbeda, kalian dapat menyempatkan waktu setiap pulang ke kampung halaman.

 

#2 Maksimalkan Fungsi Sebagai Sahabat yang Baik

Pada saat kita memasuki fase usia 20-an, seakan-akan 24 jam sehari terasa kurang. Banyak sekali hal yang harus kita lakukan sehingga sering kali kita susah membagi waktu untuk membangun persahabatan secara intens. Percaya atau tidak, sesungguhnya justru pada fase ini, kita sebagai perempuan muda, paling merasa sering membutuhkan teman ngobrol atau bertukar pikiran. Hal yang sama juga pasti terjadi di dalam kehidupan sahabat kita.

 

Memaksimalkan fungsi sebagai sahabat yang baik, dapat dilakukan dengan rajin saling memberikan kabar dan menanyakan kabar. Walaupun tidak dilakukan setiap hari setiap jam, gambaran besar kabar sahabat kita dapat membantu kita mengerit bagaimana kondisinya dan kesulitan-kesulitan apa saja yang ia sedang hadapi. Menjadi sahabat yang baik selalu dimulai dengan menjadi pendengar yang baik.

 

#3 Pertahankan Intensitas Komunikasi

Mempertahankan intensitas komunikasi adalah salah satu hal yang paling sulit dilakukan lebih-lebih apabila di tempat kuliah atau kerja yang baru, kita disibukkan dengan aktivitas yang menggunung. Namun justru di saat-saat seperti ini kita dapat menguji diri kita sendiri, sejauh mana kita dapat tetap menjadi sahabat yang baik bagi teman-teman kita? Mempertahankan intensitas komunikasi memang tidak pernah mudah, walaupun di era serba teknologi ini sudah semakin terjangkau. Namun apabila kita dapat melewati fase ini dengan baik di dalam hubungan persahabatan kita, maka bukan tidak mungkin persahabatan kita akan berakhir selamanya.
Bagi sebagian orang, mempertahankan persahabatan bukanlah hal yang mudah. Namun mengingat betapa pentingnya peran sahabat bagi kita, apalagi di masa-masa menuju dewasa, it is indeed a worth thing to do.

Contributors

Karlina Wahyu Kristiani