‘Clean Beauty Brands’ yang Wajib Kamu Tahu

Beauty News Makeup Skincare
image source: instagram.com/iliabeauty

image source: instagram.com/iliabeauty

Banyak yang beranggapan bahwa menggunakan produk untuk tubuh bagian eksternal, seperti makeup atau skincare tidak berpengaruh terhadap bagian dalam tubuh kita. Tapi ternyata apapun yang kita pakai di kulit dapat terserap sampai ke dalam tubuh. (Baca juga: Racun-racun dalam Produk Kecantikan yang Wajib Kamu Hindari)

 

Meskipun sudah banyak beauty brand yang memberikan label ‘natural’, atau ‘organik’ pada produknya, ternyata belum tentu informasi tersebut benar. Kita harus tetap mengecek lagi bahan-bahan yang digunakan dalam produk tersebut. Namun, sekarang sudah banyak beauty brand yang sudah menyediakan produk organik dengan transparansi bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam produknya. Berikut adalah beauty brand versi The It Girl yang memenuhi kriteria ‘clean beauty brands’:

#1 Kjaer Weis


Price: $$$$

Ternyata, ada loh luxury beauty brands yang organik. Mungkin selama ini non-toxic beauty brands selalu dianggap sebagai brand yang nggak asik. Berbeda dengan Kjaer Weis, Kjaer Weis merupakan high-end beauty brand yang bahan-bahannya menggunakan bahan organik. Karena high-end, jelas harganya mahal. Tapi, daripada kamu menghabiskan uangmu untuk beli beauty product high-end yang sama mahalnya tapi mengandung racun, lebih baik menggunakan Kjaer Weis. Sayangnya, di Indonesia masih susah mencari produk ini.

#2 Juice Beauty

A post shared by Juice Beauty (@juicebeauty) on


Price: $$$

Juice Beauty memiliki daftar bahan pengganti bahan-bahan kimia berbahaya yang biasanya digunakan untuk membuat produk makeup. Juice Beauty menggunakan bahan organik di setiap produknya. Ternyata, Gwyneth Paltrow merupakan creative director di balik brand ini loh.

#3 RMS Beauty

A post shared by rms beauty (@rmsbeauty) on


Price: $$$

Emma Watson suka banget dengan mascara dari RMS Beauty. RMS Beauty memberikan informasi produknya dengan transparansi yang jelas, khususnya informasi bahan-bahan yang digunakan untuk membuat produknya. Selain itu, produk RMS Beauty menggunakan kemasan produk yang biodegradable, recyclable, atau reusable.

#4 Tata Harper


Price: $$$$

Tata Harper mungkin sering terdengar, atau mungkin sudah familiar di telinga kita. Tata Harper fokus terhadap produk skincare. Produk Tata Harper tidak mengandung synthetic ingredients, dan 100% tidak mengandung racun.  

#5 ILIA

A post shared by ILIA (@iliabeauty) on


Price: $$$$

85% bahan yang digunakan dalam produk ILIA adalah organik. Selain itu, kemasan produknya terbuat dari aluminium daur ulang loh. Jika kamu ingin mencoba salah satu produknya tapi bingung yang mana, kamu wajib mencoba tinted lip conditioner ILIA!

#6 Aurelia Probiotic Skincare


Price: $$$$

Namanya mungkin terdengar unik karena mengandung kata ‘probiotic’. Aurelia Probiotic Skincare menggunakan teknologi probiotik sebagai solusi untuk penuaan dini dan juga menambah produksi kolagen. menambah produksi kolagen.

#7 Herbivore Botanicals


Price: $$$$

Sesuai dengan namanya, Herbivore Botanicals tidak mengandung bahan yang diambil dari hewan. Brand yang diciptakan oleh pasangan suami istri bernama Julia & Alex ini, membuat semua produknya dari bahan-bahan organik dan berkualitas tinggi. Herbivore Botanicals tidak menggunakan bahan-bahan sintetis, parabens, sodium laurel sulfate, phtalates, fillers, minyak mineral dan petroleum.

#8 Glossier

A post shared by Glossier (@glossier) on


Price: $$$

Glossier merupakan brand dari negara Amerika yang mengutamakan skincare sebagai prioritas utama. Produk Glossier dipercaya dapat membuat kulitmu menjadi lebih dewy dan juga glowing. Selain itu, produk Glossier memiliki branding yang lucu sekali, and it’s Insta-worthy!

 

Beauty brands di atas dapat mempercantik kulitmu dari luar tanpa harus mengorbankan kesehatanmu untuk jangka panjang. Cantik dari luar memang penting, tapi kesehatan bagian dalam jauh lebih penting. Memakai produk yang bebas racun membutuhkan kesadaran diri masing-masing individu dan tidak bisa dipaksakan.

Contributors

Winny Irmarooke

Co-Founder & Editor