Kartini, Inspirasi Perempuan Indonesia (Movie Review)

Movies / TV

bintangdotcom

Image source: bintang.com

Selamat Hari Kartini, wanita-wanita Indonesia!

Have you ever been so grateful for being born in the right time? To remember today, is to remember how once Indonesian women had to fight so hard getting basic education. Thanks to Kartini, that today we are all able to access not only basic but high education in Indonesia.

Pada 19 April lalu, dirilis sebuah film berjudul Kartini. Untuk yang ingin tahu bagaimana sebenarnya kehidupan Kartini pada masa lampau, dan apa yang sebenarnya beliau perjuangkan, film ini wajib banget ditonton.

Secara garis besar, film ini bercerita tentang bagaimana wanita pada tahun-tahun Kartini hidup, dianggap nggak penting. Kartini (Dian Sastrowardoyo) dan saudara-saudaranya harus pasrah saja ketika sudah dianggap remaja kemudian harus dipingit sampai tiba laki-laki yang mau melamarnya. Tidak diperbolehkan keluar rumah, sampai waktu yang tidak ditentukan.

haloselebritinet

Image source: haloselebriti.net

Wanita pada saat itu bukan hanya nggak boleh sekolah, wanita sama sekali nggak punya hak untuk menentukan hidupnya. Pernikahan pada waktu itu bukan pilihan atau buah keputusan, melainkan amanat yang harus dilakukan. Lastri (Adinia Wirasti) kakak Kartini, menikah dipersunting bangsawan kemudian harus pasrah ketika suaminya menikah lagi untuk kesekian kali. Kardinah (Ayushita) adik Kartini, menikah dengan Patih Pemalang sebagai istri kedua lantaran Ayah mereka yang adalah Bupati Jepara terikat janji di masa lampau. Pada akhirnya nanti, Kartini juga diharuskan pasrah menikah sebagai istri keempat dari Bupati Rembang (Dwi Sasono) sebagai bentuk bakti kepada ayahnya.

Sepanjang film, kita akan melihat bagaimana Kartini berusaha melawan ditengah keterbatasannya sebagai putri bangsawan pada waktu itu. Film ini akan menunjukkan gambaran bagaimana Kartini melakukannya dengan gigih, tapi tidak barbar. Kartini menolak dikurung, tapi tidak menentangnya dengan cara memberontak. Kartini menunjukkan perlawanan yang elegan sebagai wanita, bukan semata-mata sebagai seseorang yang menuntut perubahan dan menghalalkan segala cara.

imdb2com

Image source: imdb.com

Sebagai sutradara, Hanung Bramantyo menyampaikan cerita dengan baik dan alur ceritanya juga cukup mudah dipahami. Selain itu, semua tokoh di dalam cerita juga diperankan dengan sangat baik. Kekurangan dari film ini ada pada bahwa konflik yang dihadirkan hanya sebatas konflik dengan orang tua dan orang-orang terdekat. Perlawanan atau konflik Kartini dengan pihak luar, tidak terlalu ditonjolkan, sehingga seolah hambatan terbesar Kartini di dalam cerita hanya dengan keluarganya saja.

bookmyshowcom

Image source: bookmyshow.com

Namun secara menyeluruh, film ini sangat perlu untuk ditonton. Bukan hanya sebagai pengingat sejarah, namun juga sebagai inspirasi bahwa perempuan punya kekuatan yang besar andaikan setiap perempuan berani untuk melangkah. Perjuangan Kartini, bukan supaya wanita disamakan dengan pria. Perjuangan Kartini adalah agar wanita disetarakan dengan pria, hak-haknya dijamin dan setara. Tapi wanita tidak sama dengan pria, dan itu ditunjukkan Kartini melalui cara-cara yang ia lakukan untuk menembus batas-batas.

 

Kartini (2017) 

Sutradara: Hanung Bramantyo 

Penulis Naskah: Bagus Bramanti, Hanung Bramantyo 

Pemain: Dian Sastrowardoyo, Reza Rahadian, Acha Septriasa, Adinia Wirasti, Dwi Sasono, Christine Hakim, Denny Sumargo 

Contributors

Karlina Wahyu Kristiani