Pertimbangan Sebelum Memilih Jurusan Hubungan internasional

un-flags

Image source: c4learn.com

Apa yang pertama kali muncul dalam pikiran kalian ketika mendengar kata Ilmu Hubungan Internasional? Setelah lulus, kamu akan bekerja sambil keliling dunia, menjadi perwakilan Indonesia sebagai staf duta besar. Banyak orang berpikir demikian, sehingga jurusan ini menjadi salah satu jurusan paling diminati di Fakultas Ilmu Sosial Politik beberapa universitas negeri di Indonesia. Tidak ada yang salah dengan jawaban tersebut, namun mari mempertimbangkannya sedikit lebih dalam.

 

#1 Diplomat adalah Jabatan dengan Proses yang Panjang

Tidak ada yang salah dengan pemikiran bahwa selepas kuliah dan menjadi sarjana, lulusan Ilmu Hubungan Internasional berpotensi besar menjadi diplomat atau bagian dari staf kedutaan besar Indonesia di suatu Negara. Namun, teman-teman perlu tahu bahwa untuk menjadi seorang diplomat adalah sebuah proses karir yang panjang. Diplomat dan seluruh staf kedutaan di kantor perwakilan Indonesia di seluruh dunia berada di bawah otoritas Kementrian Luar Negeri Indonesia. Sehingga perjalanan karirnya selalu dimulai dari penerimaan pegawai negeri sipil Kementerian Luar Negeri. Menjadi sarjana hubungan internasional sama sekali bukan jaminan bahwa akan ada kemudahan untuk lolos seleksi penerimaan di Kantor Kementerian Luar Negeri.

 

#2 Proses Perkuliahan yang Sangat Dinamis

Seringkali calon mahasiswa tidak memperhatikan dengan seksama materi pembelajaran yang dimuat dalam jurusan ini. Secara garis besar, yang akan dipelajari selama 4 tahun perkuliahan adalah politik dan hubungan antar Negara-negara di dunia. Oleh sebabnya, seorang mahasiswa jurusan hubungan internasional diwajibkan untuk rajin membaca dan tidak malas mengikuti perkembangan berita internasional. Apa yang akan dibahas di kelas, sebagian besar adalah topik-topik yang sedang terjadi, sehingga apabila kita malas membaca, maka kita akan sangat kesulitan menyesuaikan diri dengan tugas dan kewajiban yang ada di dalamnya.

 

#3 Beban Tugas dan Keterbatasan Waktu

Mahasiswa Hubungan Internasional memang dilatih untuk bekerja cepat namun tajam. Seringkali teman-teman yang ingin masuk jurusan ini juga tidak memperhatikan dengan baik risiko beban tugas seperti apa yang mereka akan hadapi nanti. Sebagian besar tugas yang akan diberikan selama masa perkuliahan adalah dalam rupa analisis, sehingga mahasiswa hubungan internasional diwajibkan membaca banyak literatur dan menulis kembali dalam rupa ringkasan atau analisis. Biasanya, batas waktu pengumpulan tugas juga +/- hanya 1 minggu saja, sementara bahan literatur yang harus dibaca jumlahnya banyak dan jumlah tulisan yang harus dihasilkan juga biasanya lebih dari satu. Hal ini menuntut mahasiswa Hubungan Internasional untuk pandai mengatur waktu.

 

Selain 3 hal diatas, hal lain yang perlu diperhatikan oleh teman-teman yang ingin masuk jurusan Hubungan Internasional adalah tujuan awal memilih jurusan ini. Sebab, untuk alasan paling cliché pun–menjadi diplomat atau staff kedutaan–sarjana Hubungan Internasional saja tidak cukup. Ada banyak kemampuan lain yang harus dikuasai seperti misalnya ahli dalam bahasa asing selain Bahasa Inggris, penguasaan atas isu-isu tertentu yang spesifik seperti pertumbuhan ekonomi di Negara-negara berkembang dan banyak lagi.

 

Tapi jangan takut, lulusan Hubungan Internasional tidak hanya berujung sebagai bagian dari Kementerian Luar Negeri saja kok! Dengan ketajaman analisis yang terlatih, serta kebiasaan melakukan presentasi, lulusan Hubungan Internasional juga biasanya banyak diminati oleh perusahaan baik yang berskala nasional maupun multinasional. Hal ini dikarenakan didapati sebagian besar sarjana Hubungan Internasional cepat beradaptasi, serta mampu mengambil keputusan-keputusan secara cepat dan tepat karena terlatih dengan banyaknya tugas selama masa perkuliahan.
Semoga pertimbangan ini bermanfaat membantu kalian dalam menentukan pilihan jurusan nanti. Good luck!

Contributors

Karlina Wahyu Kristiani