Blogging 101: Langkah Awal Membuat Blog

Tech
Cara Membuat Blog

Photo: www.jessannkirby.com

Membuat blog adalah hal yang sangat gampang. Apalagi  saat ini, menjadi seorang blogger adalah salah satu pekerjaan yang sedang digemari anak muda.

 

Kamu tidak perlu kuliah di jurusan IT supaya kamu bisa membuat blog. Semua orang bisa membuat blog, tapi tidak semua orang bisa membuat konten blog yang sukses.

 

Untuk membuat blog yang sukses diperlukan perencanaan yang matang.

 

Banyak orang yang membuat blog tapi ternyata hanya ‘sekedar’ membuat blog. Semua orang sangat semangat ketika membuat blog namun semangat tersebut hanya sesaat saja.

 

Sebuah blog tidak akan sukses jika kamu tidak tahu apa yang harus kamu tulis di blog kamu. Karena semangat yang hilang, blogmu tidak pernah kamu sentuh atau terlupakan.

 

Kali ini, The It Girl akan membantumu membuat blog yang tidak akan terlupakan dan sukses. The It Girl sudah menyiapkan panduan lengkap yang akan membantumu membuat blog yang akan kamu sayangi.

 

Gimana sih caranya membuat blog yang sukses?

#1 Topik Blog

Untuk memulai blog, kamu harus menemukan topik yang sesuai dengan passion kamu. Misalnya, kamu suka memasak, maka blog kamu akan berisi resep-resep masakanmu atau segala sesuatu yang berhubungan dengan masakan.

 

Bingung memilih topik nih…

 

Coba brainstorm ide topik blog. Tulis segala hal yang kamu suka. Dari semua ide yang muncul, tentukan satu topik yang paling kamu suka. Marie Kondo mengatakan untuk selalu kelilingi dirimu oleh barang-barang yang memberikan ‘sparks’. Sama halnya dengan topik blogmu. Kamu harus memilih topik blog yang benar-benar kamu sukai. Jangan sampai kamu memilih topik blog yang hanya karena lagi ‘hits’.

 

Blogmu akan sukses jika kamu sangat paham dengan topikmu, karena kamu akan membuat konten yang berkualitas.

 

Selamat! Kamu telah menyelesaikan satu langkah untuk membuat blog.

 

#2 Menentukan Nama Blog

Memilih nama untuk blog tidak mudah dan nama blog sebaiknya berhubungan dengan topik blogmu.

 

Contohnya: Blog bernama Minimalist Baker milik Dana berisi resep-resep masakan yang simple, kurang dari tiga puluh menit untuk disiapkan dan bahan-bahannya tidak lebih dari sepuluh bahan. Oleh karena itu Dana menamai blognya Minimalist Baker.

 

Mungkin di langkah ini kamu sedikit kesulitan untuk menemukan nama yang tepat. Cobalah untuk menulis semua nama yang kamu suka atau nama-nama yang berkaitan dengan topik blogmu.

 

Jika memang blogmu berisi cerita pribadi kamu, kamu bisa menggunakan namamu sendiri sebagai nama blog.

 

#3 Domain

Secara sederhana, domain adalah alamat sebuah website. Sebuah nama domain adalah komponen dari URL.

 

Setelah kamu menemukan nama blogmu, kamu bisa mendaftarkan domain untuk blog kamu. Ini adalah pilihan opsional untuk membeli nama domain khusus (semacam mempunyai plat nomor khusus untuk kendaraanmu), karena untuk memiliki domain khusus kamu harus membayarnya.

 

Kamu bisa mengecek availability nama domainmu disini atau menggunakan domain checker lainnya. Apabila nama domain yang kamu inginkan sudah diambil orang lain, kamu harus cari alternatif nama lain atau mengubah nama blogmu. Memang membutuhkan waktu yang banyak. Semoga kamu beruntung!

 

Nah, apabila kamu beruntung karena domain yang kamu inginkan ternyata available. Kamu harus segera membeli domain tersebut.

 

Jika kamu bingung bagaimana cara membeli domain, kamu bisa minta bantuan temanmu yang paham cara kerja domain.

 

#4 Hosting

Hosting yang dimaksud disini adalah web hosting service. Hosting adalah tempat untuk menaruh data websitemu sehingga bisa diakses oleh orang lain melalui domain yang sudah kamu miliki.

 

Yang harus kamu lakukan adalah menentukan jenis hosting yang akan kamu pakai. Ada 2 jenis web hosting service: self-hosted atau hosting gratis. Ada keuntungan dan kekurangan masing-masing antara kedua jenis tersebut.

 

Jika kamu ingin menggunakan blog self-hosted, kamu bisa menggunakan domain blog sesuai keinginanmu. Tapi hosting semacam ini berbayar dan harganya berbeda-beda tergantung spesifikasi yang kamu inginkan.

 

Sedangkan untuk hosting gratis, kamu tidak perlu membayar namun kamu tidak bisa menggunakan nama domain kustom. Platform blog yang menyediakan hosting gratis contohnya adalah blogger atau wordpress. Saat kamu menggunakan wordpress, nama blogmu akan bernama xxx.wordpress.com.

 

Namun, kamu bisa mengakalinya dengan membeli domain khusus dan mengaplikasikan di blogger atau wordpress. Jadi kamu tidak perlu membayar hosting dan kamu bisa mendapatkan nama domain sesuai keinginanmu.

 

Kelemahan dari menggunakan blogger atau wordpress.com adalah fitur yang terbatas. Kamu tidak bisa mengutak-atik websitemu sebebas wordpress.org. Dengan menggunakan wordpress.org, kamu bisa bebas meng-install tema buatanmu sendiri, dan plug-ins sebebasmu.

 

Apabila kamu tipe orang yang males ribet ngurusin hosting, domain, atau template blog tapi pengen punya blog yang bagus, kamu bisa mencoba Squarespace. Squarespace menyediakan semua itu dengan harga yang lumayan mahal. Meskipun mahal, kamu tidak perlu pusing atau repot mengurus semua dan squarespace sangat mudah digunakan.

 

Yang harus diperhatikan ketika memilih hosting:

  • Customer Service. Pastikan penyedia hosting memiliki customer service yang bisa dihubungi dan sangat responsif ketika blogmu mengalami masalah.
  • Keamanan. Internet adalah tempat yang luas. Oleh karena itu keamanan adalah hal yang wajib dipertimbangkan saat memilih hosting. Jangan sampai hosting kamu mudah diserang oleh malware dan semacamnya.
  • Kecepatan. Kamu membutuhkan kecepatan hosting yang tidak bikin jenuh pengunjung blogmu.

 

Semoga artikel ini sangat membantumu untuk membuat blog pertamamu. Artikel selanjutnya akan membahas tentang konten blog! Jika kamu ingin bertanya atau memiliki masukan lain, komen atau kirim e-mail ke The It Girl.